Contact Us Main Picture

Categories

  • Uncategorized (12)
  • Recent Posts

    Srawung Seni Segara Gunung

    Taman Srawung Seni dan Pesta Seni Segara Gunung

    di kawasan

    Candi Borobudur

    Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

    20–29 April 2012

    Kerekatan antara seni & ketuhanan, seni & arkeologi, dan seni & mitos, khususnya dalam candi-candi dan situs pusaka, merupakan kekayaan budaya yang mengandung berbagai filsafat, pengetahuan, adat istiadat, serta perilaku masyarakat masa lalu. Pembentukan suatu tempat suci sangat memperhitungkan bahwa situs itu adalah tempat yang dapat menghubungkan manusia, alam dan Tuhan dan juga efek-efek cahaya, musim, maupun sosial-ekonomi dari daerah tersebut. Oleh karena itu, candi-candi dan situs pusaka dengan seni, kosmologi, tata ruang dan mitosnya menyimpan makna dan dimensi yang sangat bernilai karena merupakan hasil dari tradisi-tradisi panjang yang melibatkan pelbagai pengetahuan budaya dan kepekaan masyarakat terhadap suatu lingkungan budaya. Situs-situs bersejarah juga mampu menjadi sumber untuk saling belajar dan mengalami pelbagai sifat-sifat ruang, waktu dan kondisi yang sekaligus dapat menjadi sumber kreatif pada masa kini.

    Sehubungan hal tersebut atas, Padepokan Lemah Putih; Lembaga Pendidikan Seni Nusantara; Dharma Nature Time serta organisasi pelestarian dan individu pemerhati pusaka budaya terinspirasi membuat Taman Srawung Seni dan Pesta Seni Segara Gunung di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia mulai tanggal 20 s/d 29 April 2012 menyongsong Hari Waisak 6 Mei 2012.

    Pelaksanaan acara ini di kawasan Candi Borobudur, yang dibangun antara tahun 750 dan 842 Masehi, dimaksudkan sebagai suatu upaya nyata untuk memaknai kearifan lokal Indonesia yang menghasilkan monumen Buddhis terbesar di dunia dalam bentuk mandala dengan bas-relief paling luas di dinding setiap tingkatan yang menyalurkan suatu proses kehidupan manusia yang menuju ke keselarasan sesama manusia dengan alam dan Tuhan hingga pencerahan.

    Pada masa kini, melalui menerapkan pengetahuan ekologi tradisional dalam taman-taman permakultur, dimana pemukiman manusia dan sistem pertanian berdasarkan pada relasi dalam alam, masyarakat lokal diperdayakan untuk merasa memiliki Candi Borobudur dan sekitarnya. Juga, sekaligus masyarakat mampu menghidupi dirinya sendiri – tidak tergantung semata-mata dengan adanya pariwisata. Dengan taman-taman permakultur akan menumbuhkan sumber daya hidup yang berkelanjutan, mandiri, seimbang, selaras, dan serasi dengan tanah setempat.

    Disamping hal ini, menyadari gagasan dialog antarbudaya dan antarreligios yang diidamkan untuk meningkatkan potensi interaksi berimbang antara beraneka kebudayaan dan kepercayaan serta kemungkinan menghasilkan ekpresi budaya bersama melalui dialog dan saling menghormati – maka materi acara ini bertumpu pada tiga tema, yaitu:

    · dari pendekatan Srawung Seni & Arkeologi – bagaimana bisa membuat ‘sharing’ karya seni kolaborasi yang bersumber dari alam, arsitektur, dan relief sambil juga memperkaya sejarah hidup situs-situs arkeologi, umpamanya melalui seni tari dan seni gerak.

    · dari pendekatan Srawung Seni & Ketuhanan – bagaimana seni yang diilhami oleh rasa ke-Tuhanan dapat mendukung dialog kreatif antara masyarakat tradisional dan modern dari beragam budaya dan kepercayaan, umpamanya melalui karya musik dan seni suara.

    · dari pendekatan Srawung Seni & Mitos – Indonesia penuh dengan mitos seperti narasi Panji; Dewaruci; I La Galigo, dan Calonarang. Adapun teks yang terkait dengan Candi Borobudur umpamanya Sutasoma atau kisah-kisah Jataka dalam relief sepanjang dindingnya. Ada banyak situs pusaka di seluruh dunia dengan masing-masing mitos dan cerita. Hal ini menarik untuk bangun inspirasi terkait dengan kualitas budaya etnik dan untuk menempatkannya di masa kekinian, umpamanya melalui seni topeng, wayang, dan film.

    Taman Srawung Seni dan Pesta Seni Segara Gunung di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia akan mengundang kalangan seniman, budayawan, dan rohaniawan antarreligios dari provinsi Indonesia dan manca negara untuk mendalamkan dan ‘share’ masing-masing pusaka budaya melalui:

    · menanam menabung pohon di wilayah Borobudur

    · seminar tentang seni dan arkeologi

    · seminar tentang seni dan ketuhanan

    · seminar tentang seni dan mitos

    · lokakarya kesenian untuk anak-anak dan pemuda

    · lokakarya kesenian untuk orang dewasa

    · Pesta Seni Segara Gunung dengan presentasi karya seni serta pementasan baik dalam bentuk seni adat, seni tradisi, maupun seni kontemporer oleh pelbagai individu dan kelompok dari kawasan Borobudur, propinsi Indonesia, dan manca negara.

    20–24 APRIL 2012 – latihan, penelitian, atau aktivitas retreat

    22 APRIL 2012 – dalam rangka Hari BumiPembukaan Taman Srawung Seni Segara Gunung

    pukul 9.00 pagi di Candi Pawon dimulai dengan Selamatan Umbul Donga Bumi Rahayu

    dilanjutkan dengan ngudarasa masyarakat Borobudur

    22–29 APRIL 2012 – Pameran Pusaka Tosan Aji di Museum Karmawibhangga

    25 & 26 APRIL 2012 – Srawung Seni & Arkeologi

    pagi dan sore: lokakarya / seminar

    malam persembahan seni: Pesta Seni Segara Gunung

    27 & 28 APRIL 2012 – Srawung Seni & Ketuhanan

    pagi dan sore: lokakarya / seminar

    malam persembahan seni: Pesta Seni Segara Gunung

    28 April sore pembukaan 24 Jam Menari untuk Hari Tari Internasional

    29 APRIL 2012 – Srawung Seni & Mitos

    pagi dan sore: lokakarya / seminar

    malam persembahan seni: Pesta Seni Segara Gunung

    Penutupan 24 Jam Menari untuk Hari Tari Internasional

    30 APRIL 2012 – opsional Kunjungan ke kota atau situs-situs pusaka lain

    Peserta dipersilakan juga mengikuti:

    World Heritage Day 18 & 19 April acara Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI)

    Hari Raya Waisak 6 Mei 2012 upacara tradisional di Borobudur

    Fasilitas: panitia penyelenggara acara akan mengatur jadwal, menyediakan fasilitas untuk seminar (dengan kudapan / kopi / teh), dan ruang untuk pementasan.

    Organisasi-diri para Peserta: masing-masing peserta akan organisasi-diri termasuk dana untuk mempersiapkan kesenian, transportasi, uang makan, penginapan, dan uang saku selama kegiatan. Informasi kontak untuk tempat homestay sampai kelas menengah akan disediakan agar peserta dapat pesan akomodasi secara mandiri

    Jumat, 20 April s/d Selasa, 24 April 2012

    Latihan, Penelitian, atau Retreat

    20 April 2012

    Memperkenalkan Tema-tema Inti Acara dan Pemberi Workshop

    9–11.00 a.m.

    Diskusi informal oleh para pemberi workshop

    21 April 2012

    7.30–9 p.m.

    Malem Midodareni di Candi Pawon

    22–25 April 2012

    Menanam Menabung Pohon di wilayah Borobudur

    Sekolah Lapangan “Ngudi Kawruh” (Kawasan Borobudur)

    23–30 April

    Kemah Budaya Dasawarsa Lembaga Pendidikan Seni Nusantara:

    Merajut Seni Nusantara, Mendayakan Indonesia

    Endo Suanda, Direktur Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) dan

    Adi Nugroho, Koordinator Kemah Budaya Dasawarsa LPSN

    Kemah ini merupakan platform komunikasi antar-guru-dan-siswa, antar-jenis kesenian, antar-persepsi, dan antar-wilayah kebudayaan Indonesia. Peserta utamanya adalah guru-kesenian (sekolah negeri dan swasta) dan siswa tingkat SLTP-SLTA dari wilayah Borobudur dan dari jaringan LPSN yang lama dan yang baru. Selain itu, jaringan yang melintasi suatu wilayah adalah Pesantren, Yayasan Penabur, dan Taman Siswa. Kemah ini akan berisi tiga jenis kegiatan:

    (1) Workshop: “Pembuatan Alat Musik Bambu”; “Pengarsipan Data

    Audiovisual Digital Seni Budaya”; “Teater”; “Tari”; dan “Batik”

    (2) Debat Siswa tentang berbagai tema menyangkut kesenian/kebudayaan

    (3) Pertunjukan Kesenian yang disiapkan oleh para peserta dari wilayah

    masing-masing; dan pertunjukan dan pameran hasil workshop.

    20–28 April

    Lokakarya Komposisi Musik dengan Anak-anak dari wilayah Borobudur

    Tomoko Momiyama, musician / composer (Jepang)

    lokakarya cipta musik termasuk wawancara dengan orang tertua di desa dan peserta internasional acara tentang hubungan mereka dengan candi. Kita dapat cipta suatu karya musik tentang ketuhanan, tempat, dan mitos pada masa kini diantara masa lampau dan masa depan yang bisa dipentaskan di candi.

    22–30 April

    Merajut Bambu Seribu Candi untuk Kemanusiaan

    Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah Putih, Solo); Paulus Mintarga

    (Rempah Rumah Karya, Solo); Sari Madjid (Jakarta); Ines Somellera (Empu

    Sendok Arts Station, Jakarta); Adi Purnomo (Mamo Studio, Bogor); Dr. Galih Widjil Pangarsa (Universitas Brawijaya, Malang); Yu Sing (Studio Akanoma, Bandung)

    Partisipasi dimulai dari pengumpulan bambu, pendirian setiap rangkaian candi bambu yang melibatkan masyarakat, pengisi media ruang yang diperuntukkan para pelaku ekonomi kerakyatan di kawasan Candi sampai pada kawasan seni Lima Gunung yang menjadi bagian dari kosmologi Borobudur.

    22–29 April

    Pameran Pusaka Tosan Aji di Pendapa Museum Karmawibhangga

    22 April 2012

    dalam rangka Hari Bumi – Pembukaan Taman Srawung Seni Segara Gunung

    di Candi Pawon, kawasan Borobudur

    9.00 a.m.–selesai

    Dengan rasa keprihatinan dan penuh kehikmatan diadakan:

    “Selamatan Umbul Donga Bumi Rahayu”

    Shalawatan (dari Kawasan Borobudur)

    launching buku dan lagu Lingkungan Hidup untuk Anak oleh Oppie Andaresta

    “Ngudarasa Masyarakat Borobudur”

    bersama dengan peserta Bapak Nur Harjanto dan Romo Mudji Sutrisno

    Penanggungjawab selamatan: Jack Priyana dan Eko Sunyoto (Kawasan Borobudur) dan Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah Putih – Solo)

    Sore

    sore peresmian sederhana Taman Budaya Desa di Warung Info Jagad Cleguk

    Rabu, 25 April 2012

    Pembukaan – Taman Srawung Seni

    8.30–9 a.m.

    Upacara Kesuburan oleh perwakilan dari PT Taman Wisata Candi Borobudur

    9–9.30 a.m.

    Pidato Pembukaan di Museum Kapal Samudraraksa

    “Multikultural World dikaitan dengan bhinneka tunggal ika”

    Drs. Hari Untoro Drajat, M.A.

    (Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural, MenDikBud Indonesia)

    Srawung Seni & Arkeologi

    9.30 a.m.–12 siang

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “Kedudukan Kebudayaan Indonesia di Dunia”

    Bre Redana, budayawan/wartawan (Jakarta)

    “Evidence from Sungai Batu, Malaysia: Re-Examining the Civilization Periods of Southeast Asia”

    Prof. Dr. Mokhtar Saidin, arkeolog (Universiti Sains Malaysia)

    Tinggalan arkeologis Muarajambi, struktur, fungsi dan perlambangan”

    Agus Widatmoko, arkeolog (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi)

    12 siang–1.30 p.m.

    Istrihat jam makan siang dan Tari Rakyat,Saka Galeri&Angelique Donna Bassle (Solo).

    1.30–4.30 p.m.

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “Relief-relief Borobudur Sebagai Acuan untuk Kesadaran Pada Masa Kini”

    Dra. Niken Wirasanti, M.Si, arkeolog (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

    “Heritage in the UK”

    Keith Miller, inspektor monumen kuno (English Heritage)

    “Hubungan Tibet dan Indonesia ditilik dari sisi Sejarah”

    Arahmaiani, performance artist (Bandung, Jawa Barat)

    “Kehidupan Borobudur”

    Jack Priyana, praktisi pariwisata yang berkelanjutan (Kawasan Borobudur)

    Relief dan Budaya Panji di Jawa Timur dan di Kepulauan Indonesia”

    Dr. Lydia Kieven, (Dept. of Southeast Asian Studies, Goethe Universität,

    Frankfurt, Jerman);

    Dwi Cahyono, arkeolog/sejarahwan (Universitas Negeri Malang, Jawa Timur); Henri Nurcahyo (Dewan Kesenian Jawa Timur, Surabaya)

    4.30–5 p.m.

    Istrihat the dan kopi

    5–6 p.m.

    Seminar Artistik: Pradakshina di galeri pertama Borobudur

    Dr. Lydia Kieven (Goethe-Universität, Frankfurt, Jerman) dengan Agus Bimo Prayitno (Teatr Mantra, Klaten, Jawa Tengah) dan Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah Putih, Solo, Jawa Tengah)

    untuk grup kecil dengan penjelasan seri relief yang ceritakan hidup Buddha, ‘Lalitavistara’, diiringi oleh seniman mantra; macapat; dan gerak

    67.30 p.m.

    Istrihat jam makan malam

    7.30–9.30 p.m.

    Pembukaan Pesta Seni Segara Gunung di panggung Aksobhya

    1.

    2.

    3.

    4.

    5.

    6.

    7.

    Tari rakyat penyambutan ‘nguyu uyu’ (dari Kawasan Borobudur)

    Shalawatan (dari Kawasan Borobudur)

    Karaton Surakarta tari tradisional (Solo, Jawa Tengah)

    Dewan Kesenian Kabupaten Blitar (Jawa Timur)

    Nyoman Sura – tari kontemporer (Bali)

    Khaeruddin – kesenian Makassar (Sulawesi Selatan)

    Topeng Ireng “Kridho Mudho” (Boyolali, Jawa Tengah) kolaborasi bersama

    dengan Estefanía Pifano – tari kontemporer (Venezuela)

    Kamis, 26 April 2012

    Srawung Seni & Arkeologi

    6–7 a.m.

    Seminar Artistik: Pradakshina di galeri pertama Borobudur

    Dr. Lydia Kieven dkk (lihat deskripsi di atas)

    7–9 a.m.

    Jam sarapan dan terbuka

    9.00 a.m.–12 siang

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “Pendidikan Kebudayaan (dilihat dari Cultural Studies) dalam Aplikasi Kegiatannya Berupa Pendidikan Seni Nusantara”

    Endo Suanda, Direktur Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (Jakarta)

    Stonehenge and Avebury – monuments with unknown myths”

    Kristina Bourdillon, antropolog/pendidik (UK)

    “Mengenai Corporate Social Responsibility dan aktivitas yang berdasarkan kesejahteraan masyarakat lokal, situs pusaka, dan lingkungan hidup”

    Nur Harjanto, S.E., M.M., Chairperson, PT. Transpacific Group (Jakarta)

    12 siang–1.30 p.m.

    Istrihat jam makan siang dan Tari Rakyat

    1.30–3.30 p.m.

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “Borobudur sebagai Sumber Penciptaan Seni Pertunjukan”

    Prof. Dr. Timbul Haryono (Dept Arkeologi, Universitas Gadjah Mada, Jawa)

    persembahan macapat dari “Sang Hyang Kamahayanikan”

    Agus Bimo Prayitno (Teatr Mantra, Klaten, Jawa Tengah)

    “Unearthing the past, enlightening the future: the discovery and integration of Kimpulan Temple into Library Building of Universitas Islam Indonesia”

    Wiryono Raharjo (Dep. Arsitektur, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta)

    “Community contributions to heritage conservation in Kuala Lumpur”

    Mariana Isa, arsitek, O&O Design Sdn Bhd (Kuala Lumpur, Malaysia)

    “Seni & Arkeologi, Kesehatan dan Kebersihan”

    Karolina Nieduza, arkeolog (Polandia / Inggris)

    3.30–4.30 p.m.

    Sesi Dialog para Peserta: Jaringan Pelaku Seni Candi

    Moderator: Henri Nurcahyo; Dwi Cahyono; Dr. Lydia Kieven

    Identifikasi langkah-langkah konkret dan praktis dalam pelbagai bidang – berdasarkan suatu dialog antara umat manusia dari beragam budaya dan kepercayaan – yang peserta individu serta organisasi mengharap akan dilaksanakan, secara bersama atau sendiri, mulai tahun 2012 dan seterusnya.

    4.30–5 p.m.

    Istrihat teh dan kopi

    5–6 p.m.

    Seminar Artistik: Pradakshina di galeri pertama Borobudur

    Dr. Lydia Kieven dkk. (lihat deskripsi)

    67.30 p.m.

    Istrihat jam makan malam

    7.30–9.30 p.m.

    Pesta Seni Segara Gunung di panggung Aksobhya

    1.

    2.

    3.

    4.

    5.

    6.

    Kesenian dari anggota Lembaga Pendidikan Seni Nusantara

    “Dewi Ruci” Rusini Sidi (Solo, Jawa Tengah); Nurlina Syahrir (Makassar,

    Sulawesi Selatan); Diane Butler (USA / Bali); Waluyo S Sukarno (Solo)

    Misbach Daeng Bilok – musik improvisasi (Selayar, Sulawesi Selatan)

    Karolina Nieduza (Polandia); Boby Ary Setiawan (Solo); Misbach Daeng

    Bilok (Selayar, Sulawesi Selatan) kolaborasi tari & musik

    Rianto / Dewandaru Dance Company – tari kontemporer (Solo, Jawa Tengah)

    Kesenian dari Komunitas Papua

    Jumat, 27 April 2012

    Srawung Seni & Ketuhanan

    5.30–7.30 a.m.

    Lokakarya: Joged Amerta – The Touching of Kalahayu

    Suprapto Suryodarmo, Padepokan Lemah Putih (Solo, Jawa Tengah)

    7.30–9 a.m.

    Jam sarapan dan terbuka dan Musik Hadrah

    9.00 a.m.–12 siang

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “The Spirituality of Music”

    Rev. Dr. June Boyce-Tillman, Professor of Applied Music, MBE
    (University of Winchester, Inggris)

    “Seni Suara dalam Mengaji al-Qur’an
    Gus Yusuf Chudlori (Pondok Pesantren Salaf A.P.I Tegalrejo)

    dan pembacaan kitab suci al- Qur’an oleh santri Tegalrejo

    “Ketuhanan dalam Seni Nusantara”
    Prof. Dr. Edi Sedyawati, Program Doktor Ilmu Kebudayaan

    (Universitas Indonesia, Depok)

    “Hubungan Candi-candi Hindu dan Budhis di Bali dan Jawa dilihat dari Kebudayaan Masyarakat Bali yang mempunyai Konsep Segara-Gunung”

    Dr. I Wayan Redig, M.A

    (Fakultas Sastra, Universitas Udayana, Bali)

    12 siang–1.30 p.m.

    Istrihat jam makan siang dan Tari Rakyat

    1.30–4.30 p.m.

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “Garis Imaginer Seni Wayang, Konsep Kehidupan, dan Spiritual”

    Agus Sulistiyo (Pandagan Character Building Study Club, Pekalongan, Jawa)

    “Ekspresi Seni Berktuhanan dalam pandangan Agama Buddha”

    Bhikkhu Dhammasubho Mahathera (Sangha Theravâda Indonesia)

    “Wayang Parwa dalam Kajian Arkeologi, Seni, dan Jati Diri Bangsa”

    Gunadi Kasnowihardjo, peniliti arkeologi (Yogyakarta, Jawa Tengah)

    “The Mudra of the Borobudur Dhyani Buddhas and Amerta practice”

    Dr. Lise Lavelle, terapis tubuh & gerak (Copenhagen, Denmark)

    4.30–5 p.m.

    Istrihat teh dan kopi

    5–6 p.m.

    Lokakarya: Dua puluh satu Saat-saat Keheningan

    Dr. Diane Butler, seniman gerak dan President Dharma Nature Time

    (USA / Bedulu, Bali)

    Keheningan adalah aspek alami alam dan perilaku dalam seni dan ketuhanan dalam banyak tradisi. Masing-masing orang akan membimbing-diri latihannya. Mulai dengan posisi sehari-hari, tinggal atau bergerak ke posisi baru – beristrihat dalam dua puluh satu saat-saat keheningan.

    67.30 p.m.

    Istrihat jam makan malam

    7.30–9.30 p.m.

    Pesta Seni Segara Gunung di panggung Aksobhya

    1.

    2.

    3.

    4.

    5.

    6.

    7.

    8.

    Kesenian dari anggota Lembaga Pendidikan Seni Nusantara

    Dr. June Boyce-Tillman (Inggris) “Celtic Twilight – Hild of Whitby”

    Agung Rama – tari kontemporer (Bali)

    Kelompok Teatr Tari Sahita (Solo, Jawa Tengah)

    WaJiWa Bandung Dance Theater (Jawa Barat)

    Luluk Aria – tari kontemporer (Solo, Jawa Tengah)

    Fathurrahman Said (Republic Polytehnic Malay Cultural Group Singapura)

    kolaborasi bersama seniman dari kawasan Borobudur

    Ibed Surgana Yuga dan Seni Teku (Bantul, Yogyakarta, Jawa Tengah)

    Sabtu, 28 April 2012

    Srawung Seni & Ketuhanan

    6–7.30 a.m.

    Lokakarya: Meditation workshop in the Himalayan Tradition

    Swami Nityamuktananda Saraswati, pengajar meditasi/yoga (Jerman/Inggris)

    Wong Yoong Khiang, Himalayan Centre for Yoga Meditation of Singapore

    7.30–8.30 a.m.

    Jam sarapan dan terbuka

    8.30 a.m.–11.00 a.m.

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “The Art of Borobudur: working with the 5 Dhyani Buddhas and the 5 Elements”

    Swami Nityamuktananda Saraswati, pengajar meditasi/yoga (Jerman/Inggris)

    “Kebudayaan Nusantara dalam Film

    Ray Sahetapy, aktor (Sulawesi Tengah / Jakarta)

    11.00 a.m.–12 siang

    Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah presentasi “Festival Danau Lindu, Juni 2012”

    12 siang–1.30 p.m.

    Istrihat jam makan siang dan Tari Rakyat

    1.30–3.30 p.m.

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “Ketuhanan Nusantara dilihat dari Perspektif Kebudayaan Segara-Gunung”

    Prof. Dr. I Gde Pitana (Kemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia)

    “I Bumi”

    Taufik Rahzen, budayawan dan pemerhati arsitektur (Jakarta)

    “A Guided Talking Meditation”

    Dr. Paul Stange, cendekiawan SE Asian Studies (Perth, Western Australia)

    on the ‘missing links’ in the Borobudur vicinity and problems of imagining ‘levels’ of consciousness in this cyber era. Linking to Kejawen and also Ibn al-‘Arabī’s way of thinking about levels as expressed in Borobudur itself.

    3.30–4 p.m.

    Istrihat teh dan kopi

    4–5.00 p.m.

    Pembukaan 24 Jam Menari untuk Hari Tari Internasional di panggung Aksobhya

    Shalawatan dan tari rakyat (dari Kawasan Borobudur)

    “Umbul Donga Joged Mangenjali” oleh KP Sulistyo Tirto Kusumo (Jakarta);

    Prof. Dr. Hermin Kusmayati (ISI-Yogyakarta); Prof. Dr. Endang Caturwati

    (STSI Bandung); Elly Luthan (Jakarta); Tembi Dance (Jogja)

    Seni ritual oleh Lynda Bransbury (Wales, UK) dan Sitras Anjilin dengan

    Padepokan Tjipta Boedaja (Tutup Ngisor, G. Merapi) di area Kamadhatu

    “Moving in the field of Buddha’s Abhaya Mudra (the dispelling of fear)”

    creative retreat dengan Susana Miranti Kröber (Jerman / Solo, Jawa Tengah)

    4.30–6.30 p.m.

    Lokakarya musik untuk Anak-anak

    “Menjelajahi Hubungan Spiritual dengan Bumi ini melalui Melagu dan Bermain”

    lokakarya untuk anak-anak dengan Rev. Dr. June Boyce-Tillman, Professor of Applied Music, MBE (University of Winchester, Inggris)

    6.308 p.m.

    Istrihat jam makan malam

    8–10 p.m.

    Pesta Seni Segara Gunung di panggung Aksobhya

    1.

    2.

    3.

    4.

    5.

    6.

    7.

    Kesenian dari anggota Lembaga Pendidikan Seni Nusantara

    Tomoko Momiyama (Jepang) musik baru dg anak-anak kawasan Borobudur

    Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah – “Raego” tarian sakral untuk Bumi

    Kota Palu, Sulawesi Tengah – “Cultural Power of Palu”

    Sri van der Kroef (USA) – tari sakral kontemporer diilhami varamuda mudra

    Maria Darmaningsih dan kelompok musik Kuno Kini (Jakarta)

    Studio Taksu pimpinan Djarot Budi Darsono (Solo, Jawa Tengah)

    8 p.m–selesai “Sujud Samadi” di Museum Karmawibangga oleh Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi,Direktorat Jendral Kebudayaan,Kemendikbud.

    Minggu, 29 April 2012

    Srawung Seni & Mitos

    6–7.30 a.m.

    Lokakarya: kelompok musik Kuno Kini (Jakarta)

    7.30–8.30 a.m.

    Jam sarapan dan terbuka dan musik Slamet Gundono (Solo)

    9.00—16.00 a.m

    8.30 a.m.–11.15 a.m

    “Sarasehan Kepercayaan dan Tradisi” di Museum Karmawibangga oleh Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi,Direktorat Jendral Kebudayaan,Kemendikbud.

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “Seni dan Mitos sastra epik I La Galigo”

    Andi Anton, budayawan (Luwuq, Makassar, Sulawesi Selatan)

    Situs Muarajambi dan peradaban klasik Batanghari”

    Ratna Dewi dan M.H. Abid, arkeolog (Svarnadvipa Institute)

    “Muarajambi dan Atisha”

    Elisabeth Inandiak, journalis, penulis (Perancis / Yogyakarta, Jawa Tengah)

    “Pengalaman Mengenal Ajaran Buddha”

    Ade Harris, budayawan (Jakarta)

    11.15 a.m.–12 siang

    Kota Palu, Sulawesi Tengah presentasi “Festival Teluk Palu, September 2012”

    12 siang–1.30 p.m.

    Istrihat jam makan siang dan musik: Galih Naga Seno (Solo) & Aweng (Bandung);

    teater gerak “La Que SabeYana K.M. (Russia), Wied Sendjayani & Reo (Solo)

    1.30–4 p.m.

    Seminar di Museum Kapal Samudraraksa

    “Impresi Ilmu Sejati Universal Nusantara dan Ekspresi Multidimensional dari Pusat Peradaban Borobudur: Dewa Ruci segala sumber norma tata nilai peradaban”
    BJ Eddy Soetyono (Universalism Nusantara Enlightener, Jakarta)

    “Potret Kehidupan Masyarakat Dayak (Suku Kenyah, Modang, dan Benuak)”
    Deddy Luthan, koreografer (Jakarta)

    “Piramida Meksiko, Relief dan Mitos”
    Ines Somellera, direktur artistik Empu Sendok Arts Station (Mexico/Jakarta)

    Mrs Melba Pria, Ambassador of the Embassy of Mexico, Jakarta

    4–4.30 p.m.

    Penutupan 24 Jam Menari untuk Hari Tari Internasional di panggung Aksobhya

    Shalawatan dan tari rakyat (dari Kawasan Borobudur)

    4.30–5 p.m.

    Istrihat teh dan kopi

    5–6 p.m.

    Pemutaran Film “Swarnadwipa” dan “Sang Buddha Bersemayam di Borobudur”

    Naswan Iskandar (Dewan Kesenian Jambi); Widodo (Svarnadvipa Institute), Hari Sinthu Suryanto (Solo); dan makalah oleh Marselli Sumarno (Jakarta)

    67.30 p.m.

    Istrihat jam makan malam

    7.30–8 p.m.

    Penutupan Taman Srawung Seni Segara Gunung di panggung Aksobhya

    – “Umbul Donga Besalen Nusantara” dan upacara Agni Hotra

    oleh Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah Putih, Solo)

    Ida Pedanda Arimbawa (Parisada Hindu Dharma Indonesia)

    Wangi Indria, penari topeng / koreografer (Indramayu, Jawa Barat)

    – penyerahan cinderamata dari komunitas Panji Nusantara (Toni Junus) kepada

    Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D. (Wakil MenDikBud, Bidang Kebudayaan)

    – penyalaan obor candi lincak bambu di kawasan Borobudur

    – penyerahan Api Abadi dari Bupati Kab. Magelang kepada Bupati Kab. Siggi;

    pementasan artistik dipersembahkan oleh QuantumConvex International; dan

    pengumuman penyelengaraan Srawung Seni Megalitik 2013 di Sulawesi Tengah

    didampingi oleh Suprapto Suryodarmo (Padepokan Lemah Putih, Solo); Sari Madjid (Jakarta); Toton Hutomi (QuantumConvex International); Endo Suanda (Lembaga Pendidikan Seni Nusantara); Paulus Mintarga (Rempah Rumah Karya, Solo); bersama masyarakat Kawasan Borobudur dan peserta manca negara; disaksikan oleh Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D. (Wamendikbud)

    Minggu, 29 April 2012 (acara malam)

    8–10 p.m.

    Pesta Seni Segara Gunung di panggung Aksobhya

    1.

    2.

    3.

    4.

    5.

    6.

    7.

    Yayasan Kesenian Batara Gowa (Makassar, Sulawesi Selatan) “Loangeng Lino”

    Elly Luthan – tari kontemporer (Jakarta)

    Shreya Singh – tari klasik Bharatanatyam (India)

    dilanjutkan dengan kolaborasi bersama seniman dari kawasan Borobudur

    Jessica Gámez – seni gerak diilhami oleh Quetzalcoatl (Mexico)

    Denny Malik & Panduan Suara Universitas Mercu Buana (Jakarta)

    Rumah Karnaval Indonesia (Solo, Jawa Tengah) – “Vipassana Warna”

    Kabupaten Sigi & Kota Palu, Sulawesi Tengah – “The Land of Myth”

    Keftab

    Leave a Reply